BILA AKU JATUH CINTA

Rabb..

Betapa banyak orang yang mengumbar dusta atas nama cinta…

Aku sama sekali tak mengerti..

Betapa banyak orang yang menangis kerana tersakiti oleh cinta..

Aku tak mengerti..

Tak sedikit orang yang hancur juga katanya karena cinta..

Aku sungguh tak mengerti..

Namun ada pula yang bahagia, juga katanya karena cinta..

Kembali aku tak mengerti..

Rabb..

Pada-Mu ku katakan aku tak tahu apa itu cinta..

Seperti apa jatuh cinta..

Dan bagaimana itu cinta..

Aku pernah menaruh harapan pada manusia, Namun kekecewaan yang ku dapatkan, Rabb bila itu jatuh cinta..

Jangan biarkan aku merasakannya lagi..

Aku pernah memelihara kesetiaan pada manusia, Kembali penghianatan yang kurasakan, Bila itu disebut cinta, Kumohon jauhkan aku darinya..

Pernah pula kurangkai mimpi, Membangun istana yang indah dengan manusia..

Namun semuanya porak-poranda, Bila itu yang namanya cinta, matikan rasa itu padaku..

Rabb..

Aku hanya ingin jatuh cinta pada seseorang yang juga mencintai-Mu..

Aku hanya ingin menaruh harapan, pada seseorang yang hanya berharap pada-Mu..

Aku hanya ingin memelihara kesetiaan pada dia yang mau menggadaikan diri dan jiwanya pada-Mu..

Aku hanya ingin merajut mimpi membangun seribu istana, pada dia yang merindukan wajah-Mu..

Rabb..

Ini janjiku pada-Mu..

Bila kelak Kau mempertemukan aku dengannya..

Maka Akan ku persembahkan selaksa cintaku padanya..

Menjadikannya satu-satunya perhiasan terindah di mata dan hatiku, Bukan karena keindahan fisiknya..

Akan ku jaga kehormatannya dengan sebaik-baiknya, Bukan karena kedudukannya yang tinggi.. Akan kudidik generasi-geberasi penerus kami menjadi generasi rabbani, Bukan karena kenikmatan dunia..

Namun karena cintaku, cintanya, cinta kami..

Terikat oleh Cinta-Mu..

(Oleh Aztriana ‘cenceng’ Apt)

———————–

aku ingin jatuh cinta… aku ingin merasakan kasih sayang… tapi yang mencintai karena Allah dan aku pun mencintainya hidup bersama orang yang dicintai dan mencintai…

Akhirnya aku tutup juga …..

telah lama2 aku berpikir akhirnya dengan sangat berat hati aku tutup juga tuh account facebook nya. Yah facebook susah senang kita alami bersama (halah lebay mode:on) 😛

dhillahTapi ya sudahlah kata bondan feat fade2 black… apa mau dikata, gr2 facebook, yang awal mulanya berteman terakhir menjadi musuh, hanya gr2 baca tuh status, salah paham terakhir… 😛 hehehe (kalau yang ini mah bukan saya, yakin deh status ya bagus2 hehehe narsi.com)

Hanya ingin menjaga sebuah privasi aja, agar tidak banyak yang tw tentang saya, awalnya hanya ingin berteman lama2 eh, jadi suka hehehehe (gawat lah ini, harus di hapuskan dari peredaran :P)

Nggak ding hanya becanda n guraun saja… 😉 hehehe

Duh gara2 FB neh aku jadi banyak menghabiskan waktu ku di depan kompi, peer berjibun dr kampus tak satupun aku sentuh, ckckckck parah banget, sampai2 ada teman yang mw minta buatkan brosur aku tolak mentah2 (padahal klw soal bisnis ini mah menguntungkan, buat brosur aja tempel sana tempel sini pakai pht shop tinggal nambah warna2 aja udah keren, klw menurut saya siih hehehe)

Tapi ya sudahlah tidak usah disesali…

Gara2 neh facebook juga yang tadinya daku di percaya eh malah nggak dipercaya sama seseorang… 😦 sedih banget rasanya… (pengen bunuh diri di pohon tauge tapi kekecilan ya sudah nggak jadi kasihan lihat pohon tauge nya 😛 )

Tapi gara2 facebook juga daku jadi memiliki teman… ingin buka2an neh 😛

daku sebenarnya kurang bersosialisasi, sampai2 hanya memiliki seorang teman saja… ckckck parah banget aku yaa hihihihi… 😛 tapi dengan adanya facebook aku kok malah bisa silaturrahim lebih banyak ke teman2… 😛 tapi moso dalam dunia maya, dunia nyata duoonk.. ^^ insyaallah akan daku usahakan semoga amin…

yah terima kasih buat facebook selama kurang lebih dua tahun kau menemani daku… bulan puasa kmaren kw masih menemaniku… insyaallah bulan puasa ini kau ku tutup demi menjaga sebuah kepercayaan dari seseorang hehehe… 😉 insyaallah…

suatu saat kita akan bertemua lagi dunia facebook, jangan pernah lupakan daku yaa heheeh (lebay neh :P)

salam kangen aja lah buat teman2 di dunia facebook, tuh account udha aku tutup, ntah kapan bereaksinya katanya sih 24 jam, tapi kurang tw pasti hehehe semoga saja besok sudah mulai beraksi, 😉 semangat!!

KEBIJAKSANAAN, KEPEDULIAN DAN KERENDAHAN HATI

assalamualaikum 🙂

Alhamdulillah ya allah,mengucap syukur dulu sama yang menciptakan akhirnya bisa nulis artikel lagi hehehe 😛

Maaf buat saudara2 ku yang belum bisa saya kunjungi blognya,emang bener akhir2 ini saya mulai sibu, bahkan banget sibuknya hehehe 🙂

saya punya artikel menarik yang saya kutip dari beberapa artikelyang ditulis oleh ibu yannie, artikel nya seperti ini :

*******

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita. Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok.” Dengan lembut sahabatnya menjawab, “Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu.” Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut.
Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta. Dalam kagetnya, ia mengomel, “Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!” Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu. Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si Buta. Kali ini si Buta bertambah marah, “Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!” Pejalan itu menukas, “Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!” Si buta tertegun.. Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, “Oh, maaf, sayalah yang ‘buta’, saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta.” Si buta tersipu menjawab, “Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya.” Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.
Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta tersebut. Kali ini, si Buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun, “Maaf, apakah pelita saya padam?” Penabraknya menjawab, “Lho, saya justru mau menanyakan hal yang sama.” Senyap sejenak. secara berbarengan mereka bertanya, “Apakah Anda orang buta?” Secara serempak pun mereka menjawab, “Iya.,” sembari meledak dalam tawa. Mereka pun berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.
Sahabat, hari ini kita belajar tentang KEBIJAKSANAAN, KEPEDULIAN DAN KERENDAHAN HATI… Betapa gelap dan butanya kita tanpa pelita kebijaksanaan… betapa banyak orang saling bertabrakan karena keegoisan, keserakahan tanpa ada kepedulian bagi sesama… Betapa gampangnya kita menghakimi dan menyalahkan “si Penabrak”, padahal mungkin saja pelita kita yang padam.. bukankah diperlukan kerendahan hati untuk minta maaf??… Ah.. seandainya di dunia ini banyak orang yang saling mendukung dan saling mengingatkan !!..
Selamat bekerja, hati-hati jangan menabrak… jaga lilin kebijaksanaan agar tidak padam…

**************

Artikel diatas pas sekali dengan kejadian yang saya alami beberapa akhir ini… sebuah kerendahan hati untuk saling memaafkan, walaupun kita tidak pernah tau akan kesalahan yang kita lakukan, akan tetapi kita dituntut untuk selalu berbesar hati dalam meminta maaf pada orang lain…

Dan satu hal yang saya dapatkan dalam beberapa akhir ini adalah sebuah ikatan sebuah jalinan ukhuwah yang sangat begitu terasa untuk saya rasakan di dalam kelas.. 🙂

Semoga konflik yang ada diantara kita tidak meninggalkan ukhuwah yang telah kita jalin selama ini yaa…best friend forever 🙂

Mari kita saling perduli dengan sesama ^^

Kisah Gadis Si Buruk Rupa

Konon cerita di sebuah desa hidup seorang wanita  yang buruk rupa. Sedemikian buruknya hingga kaum muda menjauhinya.  Ada kebiasaan di desa itu memberi mas kawin dari pria yang hendak melamar gadis idamannya, Banyak tidaknya mas kawin yang diberikan tersebut tergantung dari kecantikan sang gadis. Jadi apabila gadis itu berwajah biasa-biasa, maka mas kawinnya berharga seekor kambing. Kalau lebih cantik lagi, jumlah kambingnya bertambah banyak. Dan yang terbanyak mas kawinnya sampai saat itu adalah mas kawin primadona di desa tersebut, sebanyak 10 ekor kambing.

Setiap orang membicarakan tentang ‘harga’ gadis jelek itu. Mereka berkata:  “Ah, dia kan buruk rupa.  Mana ada yang mau. Jangankan seekor kambing, seekor ayampun pasti tidak adaî Dan yang lain berkata: “Jangankan seekor ayam, membayarnya dengan bangkai ayam matipun pasti tidak ada yang mau.    ” Dan mereka menertawakan nasib gadis malang yang buruk rupa itu.  Gadis itu berulang-ulang mendengar gurauan mereka, dan hatinya menjadi sedih dan terluka. Harga dirinya rusak, dan dia sendiri hampir percaya,
bahwa tidak ada seorangpun yang mau mengambil dia sebagai istri. Hingga suatu saat, tersiar kabar bahwa gadis buruk rupa itu disunting oleh pemuda dari desa seberang. Dan penduduk desapun bertanya-tanya, pemuda malang manakah yang ìbutaî meminang gadis buruk rupa itu? Mereka berbondong- bondong datang ke rumah orang tua gadis buruk rupa tersebut dan bermaksud menanyakan tentang kebenaran hal tersebut. Dan alangkah kagetnya mereka, ketika sampai di sana, mereka menemukan mas kawin dari pemuda itu. Mas kawinnya berupa sapi! Tidak pernah ada seorang wanita cantik manapun yang pernah diberi mas kawin semahal dan seberharga itu! Bahkan gadis tercantik di desa itu hanya ‘seberharga’ 10 ekor kambing. Dan mereka lebih terkejut lagi ketika mendapatkan bahwa tidak hanya seekor sapi, tapi ada 10 ekor sapi di kandang.Ya 10 ekor.

Mereka tambah penasaran. Oleh sebab itu, penduduk berbondong bondong berjalan ke desa seberang untuk melihat bagaimana nasib wanita buruk rupa itu. Berjuta pertanyaan muncul, Barang kali pemuda itu gila? Matanya buta kali, nggak liat apa kalo dia jelek setengah mati?””Ah jangan-jangan cuma dijadikan pembantu rumah tangga, pasti diberi
makanan yang sedikit lalu dijual lagi ke pedagang budak belian.”   Ketika  tiba  di rumah pemuda itu, mereka melihat bahwa rumah itu amatlah mewah. Dindingnya diukir dengan indah. Dan mereka semakin yakin bahwa dugaan mereka tentang wanita malang ini akan dijadikan pembantu rumah tangga dan budak adalah tidak salah.

Ketika mereka mengetuk pintu, seorang pemuda tampan menyambut mereka. Dia memperkenalkan diri sebagai pemilik rumah. Mereka bertanya apakah mereka boleh  bertemu dengan gadis tersebut. Sang pemuda kembali masuk ke rumah, setelah mempersilahkan   mereka duduk di ruang tamu. Seorang wanita muda yang cantik datang menyambut mereka. Rambutnya tertata rapi, tutur katanya halus dan lembut, dengan ramah ia mempersilahkan mereka mengambil makanan dan minuman. Penduduk bertanya, di manakah gerangan gadis buruk rupa itu? Apakah baik-baik  saja? Dimanakah ia sekarang? Wanita yang cantik tersebut menjawab, “Sayalah orangnya”. Orang-orangpun melongo, melotot, dan tak mampu berkata-kata. Mereka bertanya? Apakah benar? Apakah tak salah lihat ? Gadis itu kan jelek sekali, sementara wanita ini amat anggun dan cantik? Wanita tersebut berkata, “Saya merasa cantik, ketika saya mengetahui bahwa suami saya menghargai saya dengan harga yang mahal. Saya sadar bahwa dia bukan hanya berusaha berkata bahwa saya cantik, bukan seperti apa
kata orang, terlebih lagi karena dia mencintai saya. Sebagai balasannya, saya berusaha memberikan yang terbaik yang pernah saya bisa berikan, karena saya tahu, suami saya menebus saya dengan harga yang amat mahal, saya berdandan dengan cantik, saya mengubah model rambut, dan berusaha menyenangkan hatinya. Dan inilah saya yang sekarang.”

Cerita ini hanya sebuah dongeng anak kecil sih, tetapi pesannya terlihat jelas, cinta dapat membuat anda tambah cantik,  dimata orang yang mencintai anda, anda akan terlihat sempurnah apapun bentuk anda, dia tidak pernah mempersalahkannya…

begitulah cinta, dapat membutakan mata anda… 🙂

(sumber: saya ambil dr koleksi buku saya “cinta itu asyik, tapi jangan asyik bercinta”)

Goresan Terakhir ku…

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

Ba’da tahmid dan shalawat ….

Syukur pada Allah yang masih mengaruniakan nafas padaku dan padamu untuk segera memperbarui taubat.

Akhi, rasanya aku telah menemukan Kekasih yang jauh lebih baik darimu. Yang tak pernah Mengantuk dan Tak pernah Tidur. Yang siap terus menerus Memperhatikan dan Mengurusku. Yang selalu bersedia berduaan di sepertiga terakhir malam. Yang siap Memberi apapun yang kupinta. Ia yang Bertahta, Berkuasa, dan Memiliki Segalanya..

Maaf akhi, tapu menurutku kau bukan apa-apa dibanding Dia. kau sangat lemah, kecil, dan kerdil di hadapanNya. Ia berbuat apa saja sekehendakNya kepadamu. Dan, akhi, aku khawatir apa yang telah kita lakukan selama ini membuatNya cemburu. Aku takut, hubungan kita selama ini membuatNya murka. Padahal Ia, Maha Kuasa, Maha Gagah, Maha Perkasa, Maha Keras SiksaNya.

Akhi, belum terlambat untuk bertaubat. Apa yang telah kita lakukan selama ini pasti akan ditanyakan olehNya. Ia bisa marah, akhi. Marah tentang saling pandang yang pernah kita lakukan, marah karena setitik sentuhan kulit kita yang belum halal itu, marah karena suatu ketika dengan terpaksa aku harus membonceng motormu, marah karena pernah ketetapanNya kuadukan padamu atau tentang lamunanku yang selalu membayang-kan wajahmu. Ia bisa Marah. Tapi sekali lagi semua belum terlambat. Kalau kita memutuskan hubungan ini sekarang, semoga Ia mau Memaafkan  dan Mengampuni. Akhi, Ia Maha Pengampun, Maha Pemberi Maaf, Maha Menerima Taubat, Maha Penyayang, Maha Bijaksana.

Akhi, jangan marah ya. Aku sudah memutuskan untuk menyerahkan Cintaku PadaNya, tidak pada selainNya. Tapi tak cuma aku, akhi. Kau pun bisa menjadi kekasihNya, kekasih yang amat dicintai dan dimuliakan. Caranya satu, kita harus jauhi semua larangan-larangannya termasuk dalam soal hubungan kita ini. Insyaallah, Dia punya rencana yang indah untuk masa depan kita masing-masing. Kalau engkau selalu berusaha menjaga diri dari hal-hal yang dibenciNya, kau pasti akan dipertemukan dengan seorang wanita shalihah. Ya, Wanita shalihah yang pasti jauh lebih baik dari diriku saat ini. Ia yang akan membantu-mu menjaga agamamu, agar hidupmu senantiasa dalam kerangka mencari ridla Allah dalam ikatan pernikahan yang suci. Inilah doaku untukmu, semoga kaupun mendoakanku, akhi.

Akhi, aku akan segera menghapus namamu dari memori masa lalu yang salah arah ini. Tapi, aku akan tetap menghormatimu sebagai saudara di jalan Allah, Ya, saudara di jalan Allah, akhi. Itulah ikatan terbaik. Tak hanya antara kita dengan Rasulullah di telaganya, lalu beliaupun memberi minum kita dengan air yang lebih manis dari madu, lebih lembut dari susu, dan lebih sejuk dari krim beku.

Maaf, akhi. Tak baik rasanya aku berlama-lama menulis surat ini. Aku takut ini merusak hati. Goresan pena terakhirku di Surat ini adalah doa keselamatan dunia akhirat sekaligus tanda akhir dari hubungan haram kita, insyaallah.

Wassalaamu’alaikum warahmatullahi wa barakaatuh.

(sumber: Buku Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan).

(Maaf buat sahabt muhasabahcinta, afwan blum bisa BW…  😦 )

Don’t Cry

Sungguh, merupakan hal yang sangat menyakitkan hati. Ketika cinta kita ditolak oleh seseorang yang sangat kita harapkan cintanya. Sepertinya Allah tidak adil. Langit terasa muram dan tidak bercahaya. Bukankah cinta kita betul-betul tulus dan murni. Untuk menjaga diri dari dosa, menjaga pandangan, menjaga hati bahkan demi menjaga kesucian agama-Nya..?

Apa yang salah pada diri kita..?? Tidak layakkah kita mendapatkan janji-Nya bahwa :

”Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”.

Begitu mahalkah tiket untuk mendapatkan pertolongan-Nya? Begitu susahkah hanya untuk sebuah kata ”HELP” dari-Nya? Lantas dimanakah janji-Nya,

” Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu”.

Mungkin doamu yang belum tulus..??

Belum tulus bagaimana! Aku sudah tulus sekali dalam berdoa. Aku berdoa,

”Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenag hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.

But, why, Allah belum mengabulkan doaku?? Bukankah aku rajin kemesjid, sholat juga tidak pernah bolong, ngaji tiap hari, berbakti kepada ayah dan ibu, taat dan hormat kepada guru, setia kawan dan suka memaafkan. Apalagi yang kurang??

Ya, itulah masalahnya..

Itukan ikrar anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur’an. So, siapa yang mau. Elu aja masih kayak anak kecil, belum dewasa. Siapa yang mau sama kamu. Iya nggak..??

Afwan ya Cuma becanda..! Hehe..

Ya, sebetulnya faktor yang paling utama mengapa keinginanmu belum dikabulkan, padahal usia sudah waktunya, tujuan sudah mulia. Bahkan mungkin kemampuan sudah ada. Hanya satu faktor penyebabnya. Apa ya??

Yaitu perbedaan persepsi antara kita dengan-Nya. Kita sering kali menganggap bahwasannya apa-apa yang sesuai dengan keinginan, itulah yang terbaik buat kita. Padahal tidak selamanya lo..??

Masih ingetkan Ayat-Nya: “ Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu”.

Dari ayat tersebut kita tahu bahwasannya ada hikmah di balik setiap kejadian apapun yang menimpa. Ada kebaikan dibalik sesuatu yang kita anggap buruk. Demikian juga sebaliknya. Kemungkinan ada keburukan dibalik sesuatu yang kita anggap baik.

Disaat hati rindu menikah kata Mas Udik Abdullah, Disaat diri telah berusaha mengkerenkan diri kata Salim Fillah. Disaat diri ini sudah minta izin untuk meminangmu, kata ustadz Pak Cah dan.. dan.. ternyata kegagalan yang kita dapatkan. Cinta kita tertolak?? Bagaimana kira-kira perasaan kita??

Padahal sudah sama-sama tahu, sudah sama-sama faham bahwa menikah adalah sunnah. Tapi, mengapa cinta yang kita ungkapkan dengan penuh ketulusan harus bertepuk sebelah tangan. Mengapa dia harus menolaknya??

Kegagalan cinta bukanlah kehancuran. Tertolaknya Pinangan bukanlah akhir dari segalanya. Maka ”Don’t Cry!” Ketika mencintai tak bisa menikahi.

(by: kk Ridwan NST) ^^