Assalamu’alaikum…

bissmillah..

hari ini saya ingin membahas tentang shalat. Saya tahu bahwasannya saya masih bolong2 juga masalah dengan shalat, tapi bolong2nya itu insyaallah masih bisa saya kerjakan…

Kita semua tahu bahwasannya shalat pertama kali dikerjakan yaitu melalui sebuah peristiwa Rasulallah SAW  yang sering kita sebut yaitu Peristiwa Isra’ wal Mi’raj.

Suatu hari saya ingin mengajak seorang teman saya untuk melaksanakan shalat zuhur, karena waktu zuhur sudah tiba, dan karena ada mata kuliah tambahan jadi saya shalat nya di sebuah mushalla kampus. Nah, adzan zuhur berkumandang jadi saya ajaklah si teman ini tadi untuk shalat bareng.

Tiba-tiba si teman ini tadi bertanya sama saya,

“Dhillah, aku kesiangan subuhnya, jadi aku nggak shalat zuhur.” katanya si teman

trus saya jawa begini. “Lha, kok bisa begitu? memangnya kalau subuh kesiangan kita nggak wajib ya buat shalat yang lainnya?” (aku pun bingung sendiri jadinya… nih orang kok bisa dapat pikiran seperti ini ya?)

si teman bilang: “Bukan begitu dhillah, aku denger dr orang lain katanya, klw kita subuh sudah kesiangan, jadi buat apa kita shalat zuhur, bukannya itu sama saja ngejek?” (weleh..wleh.. makin tambah bingung dengan persepsi yang salah seperti ini…:( )

pelan-pelan aku coba kasih pengertian sama si teman ini tadi.

“Bukannya dhillah menggurui atau memaksa, hanya saja persepsi yg seperti itu salah besar. Bukannya shalat itu wajib ya dikerjakan, kalau masalah ngejek atw nggak nya. Emang menurut kamu sendiri kita shalatnya ngejek nggak?” kembali pertanyaan itu aku lontarkan ke si teman

“nggak ngejek sih. cuma ada rasa nggak enak buat shalat zuhur karena subuhnya nggak shalat, jadi klw subuh tidak shalat ya sudah tidak usah shalat yang lain. Bukannya sama saja yaa?” tambahnya

waduh2… udah salah, ngotot pula…ckckcck… parah bener neh orang

“Dhillah bukannya shalat itu harus ikhlas ya?” katanya

“emang sih, shalat itu harus ikhlas, jadi masa’ harus nunggu ikhlas dlu baru shalat, kalau nggak ikhlas nggak shalat2 ya?”

trus katanya “Nggak gitu juga sih, tapi ya sudahlah klw dhillah mw shalat, shalat aja, aku nanti shalat”

dalam hati ku menangis, krn telah gagal aduh kok bisa seperti ini… 😦

“ya sudah, dhillah shalat dlu ya…”

aku tunggu beliau di mushalla, aku kira dia akan shalat, ternyata tidak…

Aku tahu, dan aku sadar kalau aku ini masih belajar, dan ingin menjadi yg lebih baik, segala sesuatu memang harus dikerjakan dengan niat, niat yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik pula… semoga tantangan ku seperti ini tidak lah berat seperti saudara2 ku yang lainnya…

jika ada kemungkaran di depan matamu, maka cegahlah dengan kekuasaan, jika tidak sanggup maka cegahlah dengan lisan, jika tidak sanggup maka bencilah perbuatannya, karena itu adalah selemah2nya iman…


Robb …

Syurga apapun tak layak aku huni
Subuhku kesiangan, dhuhurku sisa kelelahan
Nikmat apapun tak pantas aku miliki
Asharku kesorean, maghribku asal-asalan
Kesolehan apapun tak cocok aku akui
Isyaku tanpa ke khusuan, tahjjudku hanya khayalan.
Kehormatan apapun tak wajar aku dapati
Kerjaku tak bermakna, karyaku tak punya arti
Peraturan kuacuhkan, undang-undang kusingkirkan
Halal haram kugabungkan menjadi pencaharian
Kesombongan kubanggakan, kemaksiatan kulestarikan

Menyakiti sesama kujadikan sarapan
Penderitaan orang kutertawakan.
Sungguh sempurna aib pada diriku
Aib pada-Mu, pada diriku, pada keluargaku
Tak ada amal yang menjadi pembelaan
Tak ada pengabdian yang menjadi harapan
Tak ada syafa’at yang diidamkan

Tapi Robb …
Kupastikan tubuhku terlalu rapuh tuk masuk neraka-Mu
Jiwaku terlalu kerdil tuk menangkal hinaan-Mu
Meski hidup ini bergumul dengan dosa dan nista
Masih jua kunantikan ampunan-Mu

Robb …
Tak ada yang patut pada diriku
Dirumah aku tak menjadi teladan
Dimata istriku tak menjadi tumpuan
Dimata anak ku tak menjadi harapan
Dimata keluargaku tak menjadi bilangan
Dimata tetanggaku tak pula diperhitungkan
Dimata masyarakatku tak dibanggakan

Robb …
Hidupku hanya duri dalam dunia
Keberadaanku hanya nestafa dalam jagad raya
Karena kebodohan dan alfa
Meski demikian, ya Robb …
Sisakanlah bekal ketauhidan dalam jiwaku
Agar masih ada suatu kerinduan
Menggapai manisnya diri-Mu
Agar masih ada jalan meskipun remang
Mencapai madu hidayah-Mu
Semoga kasih sayang-Mu
Tak terhalang oleh batas dan waktu

Robb …
Waktu berlalu tak kuhiraukan
Padahal waktu itu tak akan kembali
Hidupku terasa masih seribu tahun lagi
Padahala jika Engkau mau, besokpun nyawa ini pergi

Robb …
Tak ada kaka-kata bela jika Engkau Tanya
Tak ada jawaban jika Engkau soal
Tak satupun jasaku memberatkan timbangan amal
Kecuali Robb …
Kasih sayang-Mu Engkau berlakukan untuk ku

Robb …
Tak ada lagi dalam tubuh ini selain sari kemaksiatan
Tak ada lagi dalam daging ini selain pati keharaman
Tak ada lagi dalam badan ini selain nilai kesubhatan
Tak ada lagi dalam jiwa ini selain kebathilan
Tak ada lagi dalam fikiran ini selain lubuk kekeruhan

Robb …
Terkadang aku malu berdoa lagi pada-Mu
Karena kukira telah tertutup pintu ijabah untuk ku
Terkadang aku malu berharap lagi akan rahmat-Mu
Karena kukira semuanya telah terhalang oleh nistaku
Terkadang aku malu munajat lagi pada-Mu
Karena ku kira segalanya telah terhijab oleh dosaku

Tapi Robb …
Kemana lagi aku harus lari
Menghindar dari kejaran-Mu
Kemana lagi aku harus lari
Menghindar dari ancaman-Mu
Tak ada tempat Robb …
Tak ada yang diluar sepengetahuan-Mu
Satu-satunya yang akan menyelematkanku hanyalah
Sifat-Mu yang maha Rahman Rahim

buat teman2 yang ingin berbagi ilmunya silahkan,:)

fastabiqul khairat (berlomba-lombalah dalam kebaikan)

Sumber : muhasabah cinta

Iklan