Posts from the ‘puisi’ Category

Jeritan Hati Sebutir Nasi

Assalamualaikum

bukan untuk menangis dan merenung
karna malam pun kami harus memikirkan makan apa kami sekarang dan esok pagi?
apa harus kami rebus belatung yang menempel di celah-celah jari kaki kami
atau menggodok bakteri yang kami pelihara di dalam tubuh kami???

mereka menyia-nyiakan sebutir nasi di meja jamuan
sementara kami memakan batu yang kami pepes agar menjadi ubi rebus
berpesta pora di tengah lapar yang meradang
sementara kami membiarkan belatung menghujam jantung kami

diatas adalah sepenggalan bentuk puisi berantai yang saya kutip dari sebuah situs ternama yaitu om google

Aku ingin berkata kepada mereka yang selalu menyia-nyiakan diriku, tanpa mereka berpikir panjang. Mereka selalu membuang diriku ke tempat sampah, tanpa punya perasaan sedikitpun.

Ingatlah! suatu hari engkau akan datang kepadaku dan membutuhkan diriku demi kehidupanmu…

Betapa aku sangat sedih… sedih, karena dikalangan orang berada hidupku sungguh sangat tidak berarti sama sekali, hidupku selalu disia-siakan. Tapi tahukah engkau? aku lebih bahagia berada di kalangan orang yang benar2 membutuhkan diriku, begitu sangat berharganya diriku dikalangan mereka. Sampai-sampai orang rela mati demi mendapatkan diriku. Setelah mereka mendapatkanku dihargainya aku, tak pernah mereka sia-sia kan diriku.

Tahukah engkau hai Manusia!…

Aku menangis, saat engkau membuang diriku ke tong sampah, ketempat yang tidak selayaknya untuk aku huni. Beruntung aku dipungut oleh mereka yang membutuhkan ku. Hidupku begitu berharga sehingga dapat mengenyangkan lambung mereka agar mereka dapat tertidur dengan nyenyaknya.

Tapi begitu diriku berada ditangan anak manusia yang angkuh dan sombong, tak sedikitpun diriku ini dipandang, dibuangnya aku tak pernah mereka menghabiskan diriku…

Hidupku lebih berharga bersama orang2 yang sangat menghargai diriku…

***************

Ketika mulai memasuki bulan ramadhan terkadang kita sering bahkan banyak diantara kita selalu membuang, bahkan menyisakan sebagian makanan kita untuk dibuang, karena tidak habis untuk kita makan. Bukankah islam mengajarkan kita untuk selalu qana’ah dalam kehidupan sederhana dalam bersikap mengikuti jejak rasulullah…

begitu banyak dari kita bahkan tidak sedikit dari kita yang selalu mubazir dalam hal makanan, dengan adanya momentum di bulan ramadhan ini mari kita belajar untuk lebih bersikap tidak berlebih-lebihan dalam hal makanan, masih banyak yang membutuhkan makanan itu…

adaptasi dari cerita : muhasabahcinta dengan sedikit di edit

MUHASABAH CINTA

Aku tak tahu apa harus kukecam hawa nafsuku atas cinta…

Atau mataku yang menggoda, ataukah hati ini…

Jika kukecam hati, ia berkata : Gara-gara mata yang memandang!

Dan jika kuhardik mata, ia berdalih : Ini kesalahan hati!

Mata dan hati telah dialiri darah…

Maka wahai Rabbi, jadilah penolongku atas mata dan hati…

Sahabatku, demi Allah, tiada satu bencana akan terus menimpa seseorang, betapapun besarnya, Jika suau hari dia datang, Jangan tunduk kepadanya, dan jangan banyak mengeluh, sebab sandal saja bisa terpeleset…

Banyak orang mulia ditimpa musibah tapi dia sabar, dan musibah-musibah itu pun akan menghilang dengan sendirinya… Hari-hari demikian bangga atas diriku, namun tatkala melihat kesabaranku dia pun layu…

Dadaku menjadi sesak karena keresahan sebuah peristiwa, namun mungkin saja kesusahan itu akan menjadi kebaikan …

Banyak hari yang diawali dengan kesuntukan, dan pada akhirnya menjadi keindahan dan ketenteraman…

Tak pernah aku merasa semppit karena kesuntukan, kecuali akan datang sendiri jalan keluar untukku…

Aku tahu…

Hanya allah yang bisa membuat kita mampu tersenyum walaupun dalam keadaan menangis, tempat bertahan ketika kita hendak menyerah, temppat berdoa ketika kita kehabisan tempat untuk mengeluh bahkan ketika semua orang menjauh, tempat untuk kembali sekalipun hati kita telah hancur berkali-kali, tempat untuk tetap mengerti ketika tidak satupun yang terlihat memberi arti. Segala sesuatu menjadi bisa, karena Allah SWT lebih memahami kita melebihi diri kita sendiri. Dekatlah selalu pada Allah, karena istiqamah tidak datang sendiri. Segala sesuatu ada proses, bukan berarti kita diam, Namun kita harus mencoba menjalani proses tersebut… Proses adalah langkah kita untuk lebih baik lagi Dunia dan Akhirat… Kalau kita selalu mengingat Allah, maka kehidupan yang sebenarnya akan kita dapatkan. Semoga kita dapat saling mengingatkan di Jalan Allah SWT… semata-mata hanya mengharap Ridha Allah SWT..

Aku tak pernah merasa lelah berjalan, tak merasa bosan berkarya, tak jengah mencari hidayah, tak gelisah meski kondisinya sederhana, yang penting setiap perjalanan hidup aku bisa memberikan kontribusi dan karya nyata… (Abu Izzuddin)

*********

Perlahan-lahan waktu terus berjalan tanpa hentu… Harum semerbak bulan Ramadhan sudah tersama-samar tercium mewangi… Dari relungĀ  terdalam isi hati… Pribadi diri & juga keluarga yang saya cintai… Penuh harap Mohon maaf LAHIR BATIN atas segala kesalahan dan kesilapan selama ini …

by : muhasabahcinta…

lihat gambar : disini