Posts from the ‘cinta’ Category

MUHASABAH CINTA

Aku tak tahu apa harus kukecam hawa nafsuku atas cinta…

Atau mataku yang menggoda, ataukah hati ini…

Jika kukecam hati, ia berkata : Gara-gara mata yang memandang!

Dan jika kuhardik mata, ia berdalih : Ini kesalahan hati!

Mata dan hati telah dialiri darah…

Maka wahai Rabbi, jadilah penolongku atas mata dan hati…

Sahabatku, demi Allah, tiada satu bencana akan terus menimpa seseorang, betapapun besarnya, Jika suau hari dia datang, Jangan tunduk kepadanya, dan jangan banyak mengeluh, sebab sandal saja bisa terpeleset…

Banyak orang mulia ditimpa musibah tapi dia sabar, dan musibah-musibah itu pun akan menghilang dengan sendirinya… Hari-hari demikian bangga atas diriku, namun tatkala melihat kesabaranku dia pun layu…

Dadaku menjadi sesak karena keresahan sebuah peristiwa, namun mungkin saja kesusahan itu akan menjadi kebaikan …

Banyak hari yang diawali dengan kesuntukan, dan pada akhirnya menjadi keindahan dan ketenteraman…

Tak pernah aku merasa semppit karena kesuntukan, kecuali akan datang sendiri jalan keluar untukku…

Aku tahu…

Hanya allah yang bisa membuat kita mampu tersenyum walaupun dalam keadaan menangis, tempat bertahan ketika kita hendak menyerah, temppat berdoa ketika kita kehabisan tempat untuk mengeluh bahkan ketika semua orang menjauh, tempat untuk kembali sekalipun hati kita telah hancur berkali-kali, tempat untuk tetap mengerti ketika tidak satupun yang terlihat memberi arti. Segala sesuatu menjadi bisa, karena Allah SWT lebih memahami kita melebihi diri kita sendiri. Dekatlah selalu pada Allah, karena istiqamah tidak datang sendiri. Segala sesuatu ada proses, bukan berarti kita diam, Namun kita harus mencoba menjalani proses tersebut… Proses adalah langkah kita untuk lebih baik lagi Dunia dan Akhirat… Kalau kita selalu mengingat Allah, maka kehidupan yang sebenarnya akan kita dapatkan. Semoga kita dapat saling mengingatkan di Jalan Allah SWT… semata-mata hanya mengharap Ridha Allah SWT..

Aku tak pernah merasa lelah berjalan, tak merasa bosan berkarya, tak jengah mencari hidayah, tak gelisah meski kondisinya sederhana, yang penting setiap perjalanan hidup aku bisa memberikan kontribusi dan karya nyata… (Abu Izzuddin)

*********

Perlahan-lahan waktu terus berjalan tanpa hentu… Harum semerbak bulan Ramadhan sudah tersama-samar tercium mewangi… Dari relung  terdalam isi hati… Pribadi diri & juga keluarga yang saya cintai… Penuh harap Mohon maaf LAHIR BATIN atas segala kesalahan dan kesilapan selama ini …

by : muhasabahcinta…

lihat gambar : disini

BILA AKU JATUH CINTA

Rabb..

Betapa banyak orang yang mengumbar dusta atas nama cinta…

Aku sama sekali tak mengerti..

Betapa banyak orang yang menangis kerana tersakiti oleh cinta..

Aku tak mengerti..

Tak sedikit orang yang hancur juga katanya karena cinta..

Aku sungguh tak mengerti..

Namun ada pula yang bahagia, juga katanya karena cinta..

Kembali aku tak mengerti..

Rabb..

Pada-Mu ku katakan aku tak tahu apa itu cinta..

Seperti apa jatuh cinta..

Dan bagaimana itu cinta..

Aku pernah menaruh harapan pada manusia, Namun kekecewaan yang ku dapatkan, Rabb bila itu jatuh cinta..

Jangan biarkan aku merasakannya lagi..

Aku pernah memelihara kesetiaan pada manusia, Kembali penghianatan yang kurasakan, Bila itu disebut cinta, Kumohon jauhkan aku darinya..

Pernah pula kurangkai mimpi, Membangun istana yang indah dengan manusia..

Namun semuanya porak-poranda, Bila itu yang namanya cinta, matikan rasa itu padaku..

Rabb..

Aku hanya ingin jatuh cinta pada seseorang yang juga mencintai-Mu..

Aku hanya ingin menaruh harapan, pada seseorang yang hanya berharap pada-Mu..

Aku hanya ingin memelihara kesetiaan pada dia yang mau menggadaikan diri dan jiwanya pada-Mu..

Aku hanya ingin merajut mimpi membangun seribu istana, pada dia yang merindukan wajah-Mu..

Rabb..

Ini janjiku pada-Mu..

Bila kelak Kau mempertemukan aku dengannya..

Maka Akan ku persembahkan selaksa cintaku padanya..

Menjadikannya satu-satunya perhiasan terindah di mata dan hatiku, Bukan karena keindahan fisiknya..

Akan ku jaga kehormatannya dengan sebaik-baiknya, Bukan karena kedudukannya yang tinggi.. Akan kudidik generasi-geberasi penerus kami menjadi generasi rabbani, Bukan karena kenikmatan dunia..

Namun karena cintaku, cintanya, cinta kami..

Terikat oleh Cinta-Mu..

(Oleh Aztriana ‘cenceng’ Apt)

———————–

aku ingin jatuh cinta… aku ingin merasakan kasih sayang… tapi yang mencintai karena Allah dan aku pun mencintainya hidup bersama orang yang dicintai dan mencintai…

Kisah Gadis Si Buruk Rupa

Konon cerita di sebuah desa hidup seorang wanita  yang buruk rupa. Sedemikian buruknya hingga kaum muda menjauhinya.  Ada kebiasaan di desa itu memberi mas kawin dari pria yang hendak melamar gadis idamannya, Banyak tidaknya mas kawin yang diberikan tersebut tergantung dari kecantikan sang gadis. Jadi apabila gadis itu berwajah biasa-biasa, maka mas kawinnya berharga seekor kambing. Kalau lebih cantik lagi, jumlah kambingnya bertambah banyak. Dan yang terbanyak mas kawinnya sampai saat itu adalah mas kawin primadona di desa tersebut, sebanyak 10 ekor kambing.

Setiap orang membicarakan tentang ‘harga’ gadis jelek itu. Mereka berkata:  “Ah, dia kan buruk rupa.  Mana ada yang mau. Jangankan seekor kambing, seekor ayampun pasti tidak adaî Dan yang lain berkata: “Jangankan seekor ayam, membayarnya dengan bangkai ayam matipun pasti tidak ada yang mau.    ” Dan mereka menertawakan nasib gadis malang yang buruk rupa itu.  Gadis itu berulang-ulang mendengar gurauan mereka, dan hatinya menjadi sedih dan terluka. Harga dirinya rusak, dan dia sendiri hampir percaya,
bahwa tidak ada seorangpun yang mau mengambil dia sebagai istri. Hingga suatu saat, tersiar kabar bahwa gadis buruk rupa itu disunting oleh pemuda dari desa seberang. Dan penduduk desapun bertanya-tanya, pemuda malang manakah yang ìbutaî meminang gadis buruk rupa itu? Mereka berbondong- bondong datang ke rumah orang tua gadis buruk rupa tersebut dan bermaksud menanyakan tentang kebenaran hal tersebut. Dan alangkah kagetnya mereka, ketika sampai di sana, mereka menemukan mas kawin dari pemuda itu. Mas kawinnya berupa sapi! Tidak pernah ada seorang wanita cantik manapun yang pernah diberi mas kawin semahal dan seberharga itu! Bahkan gadis tercantik di desa itu hanya ‘seberharga’ 10 ekor kambing. Dan mereka lebih terkejut lagi ketika mendapatkan bahwa tidak hanya seekor sapi, tapi ada 10 ekor sapi di kandang.Ya 10 ekor.

Mereka tambah penasaran. Oleh sebab itu, penduduk berbondong bondong berjalan ke desa seberang untuk melihat bagaimana nasib wanita buruk rupa itu. Berjuta pertanyaan muncul, Barang kali pemuda itu gila? Matanya buta kali, nggak liat apa kalo dia jelek setengah mati?””Ah jangan-jangan cuma dijadikan pembantu rumah tangga, pasti diberi
makanan yang sedikit lalu dijual lagi ke pedagang budak belian.”   Ketika  tiba  di rumah pemuda itu, mereka melihat bahwa rumah itu amatlah mewah. Dindingnya diukir dengan indah. Dan mereka semakin yakin bahwa dugaan mereka tentang wanita malang ini akan dijadikan pembantu rumah tangga dan budak adalah tidak salah.

Ketika mereka mengetuk pintu, seorang pemuda tampan menyambut mereka. Dia memperkenalkan diri sebagai pemilik rumah. Mereka bertanya apakah mereka boleh  bertemu dengan gadis tersebut. Sang pemuda kembali masuk ke rumah, setelah mempersilahkan   mereka duduk di ruang tamu. Seorang wanita muda yang cantik datang menyambut mereka. Rambutnya tertata rapi, tutur katanya halus dan lembut, dengan ramah ia mempersilahkan mereka mengambil makanan dan minuman. Penduduk bertanya, di manakah gerangan gadis buruk rupa itu? Apakah baik-baik  saja? Dimanakah ia sekarang? Wanita yang cantik tersebut menjawab, “Sayalah orangnya”. Orang-orangpun melongo, melotot, dan tak mampu berkata-kata. Mereka bertanya? Apakah benar? Apakah tak salah lihat ? Gadis itu kan jelek sekali, sementara wanita ini amat anggun dan cantik? Wanita tersebut berkata, “Saya merasa cantik, ketika saya mengetahui bahwa suami saya menghargai saya dengan harga yang mahal. Saya sadar bahwa dia bukan hanya berusaha berkata bahwa saya cantik, bukan seperti apa
kata orang, terlebih lagi karena dia mencintai saya. Sebagai balasannya, saya berusaha memberikan yang terbaik yang pernah saya bisa berikan, karena saya tahu, suami saya menebus saya dengan harga yang amat mahal, saya berdandan dengan cantik, saya mengubah model rambut, dan berusaha menyenangkan hatinya. Dan inilah saya yang sekarang.”

Cerita ini hanya sebuah dongeng anak kecil sih, tetapi pesannya terlihat jelas, cinta dapat membuat anda tambah cantik,  dimata orang yang mencintai anda, anda akan terlihat sempurnah apapun bentuk anda, dia tidak pernah mempersalahkannya…

begitulah cinta, dapat membutakan mata anda… 🙂

(sumber: saya ambil dr koleksi buku saya “cinta itu asyik, tapi jangan asyik bercinta”)

1

nada sms hp ku mulai berbunyi dan bergetar tanda sms masuk. “Dillah, kau ada dimana? dosen udah masuk tuh” … fffiiuuuhhhh lagi-lagi menghela napas panjang untuk hp ku ini.

Hp Ku ^^

terkadang kesel lihat ne hp, untuk apalah masih ada di tanganku, kalau tak bisa buat sms.. 😦

Hp ku ini udah hank, (untung bukan orgnya yg ikutan hank 😀 ) Jadi kalau ada org yg sms ke daku maafkan daku klw daku klw daku tak bisa membalasnya. Habis neh hape tak bisa buat sms.

itu hp aku buka kasing nya habis klw nggak dibuka kasingnya nggak mw nyala dianya. Parah banget ya hp ku ^^.

Lain hp ku lain hp adek ku hehehe … hp adekku malah jadul banget bisa sms tapi nggak bisa buat nelepon klw buat nelepon malah mati hp nya hehe

Ini adalah hp adekku. Terpaksa daku pake buat sms. (sampai-sampai berebutan ama adek soal hp heheh)

Hp kk ku ^^

jadi pengen beli hp seperti kk deh yang begini tapi hp ini merek buatan china, ntar klw rusak ndak laku buat dijual dan diperbaiki mahal banget harganya sama seperti beli baru 😦

Duuh, ternyata barang elektronik bisa rusak juga yaa…

Nah, bagaimana dengan manusia ? Manusia juga bisa sakit kalau sudah buntu di kepala, kalau sudah kecapek-an manusia pasti akan jatuh sakit kalau tidak dirawat dengan bener itu tubuhnya.

Sama seperti yang dialami kk daku, beliau sedang sakit sekarang. Sampai-sampai minta tolong sama ibu untuk permisiin sama mandornya. Duh manja banget sih jadi orang (daku kalau sakit tak pernah di begitukan, malah kena omelan 😦 )

emang bener ya kasih ibu itu sepanjang masa. Ketika masih kecil dirawatnya kita dengan bener2, sampai2 nyamuk saja tak berani menyenggol tubuh kita, karena ada malaikat yang berada di dekat kita yaitu ibu.

Terkadang kalau sudah jatuh sakit ingat kesalahan-kesalahan kita kepada ibu kita, Waktu masih sehat ibu selalu kita marahi, ibu selalu kita omelin, kalau ibu bertanya, hanya ucapan yang kasar yang kita berikan. Coba lihat dikala kita sakit, justru ibulah orang pertama yang mengerti kita, yang mengelus rambut kita, yang memijat kepala kita, yang memberi kita obat, yang selalu merawat kita sampai kita sembuh. Siapa yang akan menolong kita kalau bukan ibu kita? Tapi ketika kita sembuh, hilang semua itu. Hilang bentuk kasih sayang itu, tak pernah kita mengingatnya sedikit pun bentuk kasih sayang yang ibu berikan.

Durhakalah kita kepada ibu. Terkadang manusia itu banyak lupanya ketimbang mengingatnya.

“Dan kami perintahkan kepada manusia agar (berbuat baik) kepada kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemahyang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada kedua orangtuamu. Hanya kepada Aku kembalimu. QS. 31 : 14”

Kalau Hp rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi maka jalan satu-satunya adalah kita buang kan, kalau masih laku ya kita jual. Ibaratnya kita sudah tidak membutuhkannya lagi karena sudah rusak.

Lalu ibu? Bagaimana kalau dia sudah tua? siapa yang merawatnya? TErkadang kita sebagai anaknya saja selalu kasar kepadanya. Sampai-sampai oragtua kita sendiri, kita asing kan ke panti jompo. Innalillahi…

i love u ^_^

KISAH PAK GENDU

Saya orang nya suka banget acara reality seperti yang ada di kick andy, ceritanya sebuah kisah nyata, yang dituangkan dalam sebuah bentuk reality. Dan ini adalah sebuah kisah dimana seorang laki2 yang menghabiskan hidupnya untuk menyembuhkan orang yang memiliki sakit jiwa, atw kita katakan adalah orang gila. Awalnya pak gendu merasa kasihan dengan orang gila yang ada di dekat rumahnya yang selalu saja di main2in oleh anak2 kecil, bahkan sampai di lempar batu oleh anak kecil yang mengejeknya.

Dan ini adalah kisah pak Gendu….. Selamat menikmati 🙂

*****

Seorang ibu datang ke rumah Pak Gendu membawa sebuah kantong kertas berwarna coklat. “Ini titipan dari suami saya,” ujar sang ibu. Ketika kantong kertas itu dibuka, Hartono terperanjat dan menatap sang ibu dengan pandangan tidak mengerti. “Suami saya titip untuk diberikan kepada Pak Gendu,” ibu setengah baya itu menegaskan.

Sekali lagi Hartono melongok ke dalam kantong kertas itu dan sekali lagi dia tidak percaya pada apa yang dilihatnya. Di dalam kantong kertas itu terdapat gepokan uang kertas yang tersusun rapi. Setelah dikeluarkan dan dihitung, jumlah seluruhnya Rp 300 juta! “Jujur saja kami kaget. Tidak terbayang ada uang kontan sebanyak itu dimasukan ke dalam kantong kertas begitu saja,” ungkap Hartono. “Lebih terkejut lagi karena ibu tadi bilang semua uang itu untuk Pak Gendu.”

Kisah di atas diungkapkan Hartono, cucu Pak Gendu, ketika tampil sebagai narasumber dalam diskusi buku yang diselenggarakan Kick Andy Books Club di Toko Buku Kinokuniya Plasa Senayan, Sabtu pertengahan Januari lalu.

Menurut Hartono, ibu tersebut mengaku sang suami yang sedang sakit berat, sebelum ajal menjemput, ingin memberikan uang tabungannya kepada Pak Gendu. Ini semacam wasiat. Keinginan tersebut lahir pada saat dia menonton Kick Andy di Metro TV. Pada saat itu Kick Andy sedang mengangkat topik tentang orang-orang yang dalam keterbatasannya berbuat sesuatu untuk membantu orang lain. Salah satu “pahlawan” yang diceritakan dalam topik itu adalah Pak Gendu.

Pak Gendu adalah seorang “jawara” yang terpanggil untuk merawat dan menyembuhkan orang-orang gila yang berkeliaran di jalanan. Mulanya hati Pak Genduh merasa iba dan tergerak ketika melihat ada orang gila yang dikejar dan dilempari batu oleh anak-anak di kampungnya. Orang gila tersebut lalu dibawa ke rumahnya kemudian dirawat sehingga sembuh. Sejak itu dia dan keluarganya rajin mencari orang-orang gila yang berkeliaran di jalan-jalan untuk dibawa pulang, dirawat, dan disembuhkan.

Pak Gendu kini sudah berumur 80 tahun. Fisiknya sudah lemah. Sakit-sakitan dan mengandalkan kursi roda. Tetapi semangat Pak Gendu tidak pernah surut. Begitu pula kegiatan “menyelamatkan” orang-orang sakit jiwa dilanjutkan oleh anak dan cucunya. Sampai saat ini sudah ribuan orang gila yang ditampung dan dirawat di rumahnya di Bekasi, Jawa Barat.

Karena kegiatannya itu, tahun lalu Kick Andy menganugerahi Pak Gendu penghargaan “Kick Andy Heroes”. Acara pemberian penghargaan tersebut ditayangkan di Metro TV. Nah, tayangan tersebutlah yang kemudian menggerakan hati suami sang ibu yang waktu itu sedang menonton acara Kick Andy.

Saya sendiri baru mendengar kisah uang Rp 300 juta tersebut. Di depan para peserta bedah buku “7 Heroes” yang hadir Sabtu itu, secara terbuka dan tulus Hartono – atas nama Pak Gendu dan keluarganya – mengucapkan terima kasih kepada Kick Andy. “Gara-gara nonton Kick Andy, suami ibu itu tergerak untuk menyumbangkan uangnya ke yayasan yang diasuh Pak Gendu,” tuturnya.

Saya tidak dapat mengucapkan kata-kata. Saya terharu. Saya tidak membayangkan sebuah topik yang saya angkat di Kick Andy dapat menggerakan hati seseorang. Saya juga tidak membayangkan jika seseorang yang pada saat itu merasa hendak pergi untuk selama-lamanya, tergerak memberikan tabungannya guna membantu orang lain yang hanya disaksikannya melalui layar televisi.

Dari kisah diatas, ada terselip sebuah pertanyaan yang ingin saya, kita, kamu pasti ajukan. Pertanyaan itu yaitu. Sudahkah kita, saya, kamu seperti Pak Gendu yang menolong sesamanya demi kebaikannya? Kapan terakhir kali saya, kita, kamu berbuat baik kepada saudaranya?

Semoga kita dapat mengambil hikmah dari apa yang dialami oleh Pak Gendu dan Ibu tadi…

(cerita ini saya kutip dari markas nya kick Andy… ^^ dengan sedikit edit-an sana sini )

My Children

Rina baru saja pulang dari kerjanya, tiba-tiba suasana di rumah terasa gaduh. Seperti orang yang marah besar. Ternyata yang marah adalah ayahnya rina. Ayah rina marah dengan kelakukan abang nya rina yang tak mau bertanggung dengan istrinya. Abang rina hanya mementingkan dirinya sendiri saja sampai2 dia lupa kalau dia itu sudah beristri dan harus menafkahi istrinya baik lahir maupun batin.

Setelah sampai di depan pintu, Rina nggak berani masuk. Habis kalau ayah marah rina selalu menangis. Rina emang paling nggak bisa dimarahi oleh ayahnya, ayah rina termasuk orang yang keras Kalau ayah sudah marah rina tak berani bersuara.

Akhirnya rina memberanikan diri untuk masuk ke dalam rumahnya. Rina nggak berani sendirian di luar karena udara di luar pastilah dingin. Setelah rina masuk, Rina melihat ibu nya sedang menangis. Menangis karena kelakukan anak nya yang seperti itu. Menangis karena demi dilihatnya sang buah hati di marahi oleh sang ayah. Menangis demi dilihatnya sang ayah memarahi sang anak. Menangis… dan menangis…

Rina nggak tega melihat ibunya menangis. Di bujuk nya sang ibu untuk diam menangis, agar para tetangga tak mendengar apa yang telah keluarga kami lakukan. Walaupun tak mungkin tak ada telinga-telinga di dinding yang mungkin dapat mendengar pertengkaran keluarga kami.

Rina bosan dengan semuanya ini, bosan dengan keluarganya yang selalu saja bertengkar tak ada habis-habisnya. Bertengkar demi uang, bertengkar karena etika, bertengkar karena hal yang sepeleh pun bisa dijadikan besar. Itulah kehidupan keluarga Rina.

Rina ingin keluar dari keluarga itu, ingin pergi dan tak akan kembali. Tapi demi dilihatnya wajah sang ibu, akhirnya niat itu diurungkannya. Tak mungkin dia pergi dari sini.

Rina memiliki seorang kakak dan seorang abang serta memiliki dua orang adik. Tapi entah kenapa hanya Rina yang lain sendiri sikap nya. Dia seorang gadis remaja yang pendiem, tak banyak bicara kalau tak penting. Dia berbeda dengan saudaranya yang lain. Dia memakai jilbab dan itulah keinginan dia sewaktu dia sekolah dulu ingin istiqamah dalam berpakaian. Itu adalah bulat tekad nya.

Kakak rina yang perempuan dia adalah seorang anak perempuan yang bertingkah seperti seorang laki-laki. Tak pernah mau diatur kalau hidupnya masih nyaman2 aja. Kakak rina tomboy, tapi rina bangga dengan kakak nya. Bangga bukan karena ketomboy-annya tapi bangga dengan sikap kakak yang selalu sayang sama adik nya.

Rina juga memiliki seorang abang. Abang yang sering bersikap brutal, cuek, terkadang sering menipu orang lain. Sampai-sampai orang yang ditipunya datang ke rumah dan meminta ganti rugi. Dan rina juga memiliki dua orang adik yang rina sayang pada keduanya.

Malam itu sunyi, dingin. Kalau ayah sudah marah pasti rina yang terkena imbas nya. Rina nggak pernah tau itu, sejak kapan ayah melampiaskan nafsu amarah nya kepada Rina, tak hanya ayah terkadang ibu juga sering menyalahkan sikap rina yang selalu diam.

Rina bingung dengan sikap mereka. Bahkan mereka pun bingung dengan sikap Rina yang selalu murung diri, diam bahkan tak banyak bicara kalau tak begitu penting. Mungkin itu yang membuat sang ayah dan ibu marah dengan sikap rina yang seperti itu.

********

faktor tumbuh nya sang anak adalah dimulai dari lingkungan keluarga. Keluarga yang baik akan tercipta anak yang baik sikap nya. Terutama sang ayah yang berperan sebagai kepala keluarga, dimana sang istri dan sang anak butuh perlindungan dari dirinya. Tak seharus nya sang ayah mendidik anak nya dengan kata-kata kasar, bahkan kata-kata makian. Sikap anak kasar, adalah berawal dari keluarga juga. Dalam mendidik anak, tak harus kita menggunakan amarah. Bersikap lembut dan lunak kepada sang anak dapat menumbuhkan sikap anak yang lembut, jika anak diajarkan keras, diajarkan menghina, diajarkan mencaci, tak ayal kalau sikap anak akan terbentuk seperti itu. Bahkan bisa jadi murung dan menjadi pendiam. Seperti Sikap Rina yang pendiam dan murung. Terkadang kekerasan dalam rumah tangga selalu diawali dengan bentuk kekerasan dalam bentuk fisik, Bagaimana dengan batin? Bukankah itu juga adalah bentuk kekerasan dalam rumah tangga?

Akibat melihat dari berita di tivi serta mendengarkan curhatan dari teman-teman, serta dari mata saya yang melihat, Anak kecil saja yang masih berumur lima tahun sudah mengalami kekerasan fisik serta batin. Dipukul oleh nenek nya hanya karena pergi main-main tidak ingat pulang, ditambha lagi ditinggal pergi oleh sang ibu dan ayah untuk bekerja luar kota. Bagaimana sang anak dapat tumbuh dengan baik, jika perilaku sang nenek keras terhadapnya. Pasti kita akan mendengar kata-kata makian dari anak umur lima tahun tadi, jika ada yang bersikap kasar kepadanya. Dari kecil diajarkan kasar, sudah besar belajar menghina. Kita pasti tidak mau mendengar anak-anak kita suatu saat kelak menjadi orang yang kasar kepada orang yang lebih tua, bahkan menghina orang lain kan? Ubah cara didik kita kepada sang anak. Mereka adalah kapas putih yang masih bersih dan belum terkena noda apapun, Jangan sampai kapas putih itu berubah menjadi kapas yang hitam, kapas yang jelek warna nya. Mari kita ajarkan sopan santun dari usia dini mereka sekarang juga. Jangan sampai kata-kata yang keluar dari mulut mungil mereka adalah kata hinaan, kata-kata yang kotor.

(inspirasi yang aku dapat dari cara ku melihat, mengamati, dan memandang seseorang ketika berbicara dengan sang anak… ^^)


Wanita Hebat

Pernikahan ku dengan orang yang aku sayangi masihlah seumur jagung, sebuah pernikahan yang masih baru untuk aku jalani, tapi ini adalah hal yang paling menyakitkan ku …

Kejadian ini berawal sewaktu aku duduk di pelaminan bersama orang yang aku sayangi… Tiba2 dari sebuah Handphone nya tertulis sms dalam bentuk kata sayang, Aku terperanjat… Bagaimana bisa ada seseorang disana yang juga mencintai suamiku…

Lalu suamiku akhirnya menjelaskannya, kalau itu bukanlah dari siapa2 itu hanya teman yang iseng2 mengerjai dirinya… Dan aku percaya dengan kata-katanya.

Pernikahan belum genap setahun, pernikahan ku masih dalam sehari dua hari. Tapi gangguan dari perempuan itu selalu saja menghampiri kehidupan keluarga kami berdua. Tak bisa aku bayangkan entah bagaimana lagi perasaan hatiku ini.

Aku tak mau banyak bersuudzon dengannya, aku ingin menyeledikinya sendiri benarkah suamiku itu selingkuh atau tidak?

Setelah aku selediki ternyata suamiku selingkuh dengan seorang janda  beranak satu. Entah dimana akal pikiran suamiku sehingga dia berani selingkuh seperti itu, padahal pernikahan kami masih lah seumur jagung. Beruntung aku memiliki mertua yang sangat menyayangi aku. Mertua ku malah mendukung ku untuk mencari informasi tentang perempuan selingkuhan suamiku ini.

Dalam pikiran ku tak mungkin ada kata2 cerai, dalam hidup ku aku ingin menikah sekali seumur hidup sampai ajalku menjemputku…

Aku coba berbuat baik dengan suamiku aku melayaninya sebagaimana layaknya seorang istri melayani suaminya sendiri  walaupun aku tahu suamiku itu selingkuh. Semua itu tak pernah aku hiraukan.

Sampai pada akhirnya aku dengar dari tetangganya perempuan selingkuhan suamiku ittu kalau mereka akan menikah dalam waktu dekat. Bagaimana hati ini tidak akan hancur, Pernikahan ku saja dengan suamiku maish sebulan, bagaimana bisa dia akan menikah dengan perempuan lain?? Akal sehat ku tak dapat lagi bicara… Aku tak sanggup lagi menangis… Aku tak sanggup lagi berkata2..

Mertua ku menyarankan ku agar aku menjebaknya dan menemuinya agar mereka malu.. akhirnya aku bersama mertua ku mmemergoki suamiku bersama perempuan janda itu. Yang tak habis pikirnya dariku kenapa janda itu percaya dengan kata-kata suamiku kalau suamiku itu masih lajang? Padahal kuku suamiku itu berwarna layaknya seorang laki2 yang baru menikah maka inai yang ada ditangannya itu masih ada belum lah hilang…

Setelah aku pergoki suamiku dengan janda itu, aku ajak pulang suamiku. Dan langsung aku interogasi dia kenapa dia menyakiti hatiku dengan cara begini?

Suami ku berkata kalau dia melakukan ini semua demi kebahagiaan ku kelak. Tak dapat aku percaya, ternyata dia melakukan ini semua demi harta. Harta yang akan dia gunakan untuk membahagiakan aku bersama nya.

Memang semenjak pernikahan kami, suamiku menjadi seorang penganggur. Pekerjaan belum juga datang menghampirinya, aku membantunya dalam hal keuangan. Aku bekerja untuk membantu suamiku. Mumpung belum diberi anak, dan masih baru menikah. Tak apa-apa aku bekerja dahulu. Semua akan lakukan asal itu adalah halal. Tapi suamiku Astaghfirullah tak habis pikir kenapa harus jalan ini dia lakukan…

Beruntung Allah masih menjaga kami dari segala azab nya… dan sebelum pernikahan itu dilaksanakan aku sudah mengetahuinya. Dalam hati mengucap syukur kepada Allah… masih menjaga kami… aku percaya Allah tidak pernah tidur …

Dan sekarang ini aku berada di rumah mertuaku, sedangkan suamiku alhamdulillah mulai dapat pekerjaan. Tak apalah asalkan halal hati tentram dan nyaman, tidak terkejar2 dosa…

Tak akan pernah menyerah  pada nasib…

(cerita ini akudapatkan dari seseorang, semoga kita semua dapat mengambil hikmah dan iktibarnya… dan semoga menjadi inspirasi buat para wanita-wanita untuk selalu menjadi wanita yang kuat dan tidak lemah)