Assalamualaikum

bukan untuk menangis dan merenung
karna malam pun kami harus memikirkan makan apa kami sekarang dan esok pagi?
apa harus kami rebus belatung yang menempel di celah-celah jari kaki kami
atau menggodok bakteri yang kami pelihara di dalam tubuh kami???

mereka menyia-nyiakan sebutir nasi di meja jamuan
sementara kami memakan batu yang kami pepes agar menjadi ubi rebus
berpesta pora di tengah lapar yang meradang
sementara kami membiarkan belatung menghujam jantung kami

diatas adalah sepenggalan bentuk puisi berantai yang saya kutip dari sebuah situs ternama yaitu om google

Aku ingin berkata kepada mereka yang selalu menyia-nyiakan diriku, tanpa mereka berpikir panjang. Mereka selalu membuang diriku ke tempat sampah, tanpa punya perasaan sedikitpun.

Ingatlah! suatu hari engkau akan datang kepadaku dan membutuhkan diriku demi kehidupanmu…

Betapa aku sangat sedih… sedih, karena dikalangan orang berada hidupku sungguh sangat tidak berarti sama sekali, hidupku selalu disia-siakan. Tapi tahukah engkau? aku lebih bahagia berada di kalangan orang yang benar2 membutuhkan diriku, begitu sangat berharganya diriku dikalangan mereka. Sampai-sampai orang rela mati demi mendapatkan diriku. Setelah mereka mendapatkanku dihargainya aku, tak pernah mereka sia-sia kan diriku.

Tahukah engkau hai Manusia!…

Aku menangis, saat engkau membuang diriku ke tong sampah, ketempat yang tidak selayaknya untuk aku huni. Beruntung aku dipungut oleh mereka yang membutuhkan ku. Hidupku begitu berharga sehingga dapat mengenyangkan lambung mereka agar mereka dapat tertidur dengan nyenyaknya.

Tapi begitu diriku berada ditangan anak manusia yang angkuh dan sombong, tak sedikitpun diriku ini dipandang, dibuangnya aku tak pernah mereka menghabiskan diriku…

Hidupku lebih berharga bersama orang2 yang sangat menghargai diriku…

***************

Ketika mulai memasuki bulan ramadhan terkadang kita sering bahkan banyak diantara kita selalu membuang, bahkan menyisakan sebagian makanan kita untuk dibuang, karena tidak habis untuk kita makan. Bukankah islam mengajarkan kita untuk selalu qana’ah dalam kehidupan sederhana dalam bersikap mengikuti jejak rasulullah…

begitu banyak dari kita bahkan tidak sedikit dari kita yang selalu mubazir dalam hal makanan, dengan adanya momentum di bulan ramadhan ini mari kita belajar untuk lebih bersikap tidak berlebih-lebihan dalam hal makanan, masih banyak yang membutuhkan makanan itu…

adaptasi dari cerita : muhasabahcinta dengan sedikit di edit

Iklan