Aku tak tahu apa harus kukecam hawa nafsuku atas cinta…

Atau mataku yang menggoda, ataukah hati ini…

Jika kukecam hati, ia berkata : Gara-gara mata yang memandang!

Dan jika kuhardik mata, ia berdalih : Ini kesalahan hati!

Mata dan hati telah dialiri darah…

Maka wahai Rabbi, jadilah penolongku atas mata dan hati…

Sahabatku, demi Allah, tiada satu bencana akan terus menimpa seseorang, betapapun besarnya, Jika suau hari dia datang, Jangan tunduk kepadanya, dan jangan banyak mengeluh, sebab sandal saja bisa terpeleset…

Banyak orang mulia ditimpa musibah tapi dia sabar, dan musibah-musibah itu pun akan menghilang dengan sendirinya… Hari-hari demikian bangga atas diriku, namun tatkala melihat kesabaranku dia pun layu…

Dadaku menjadi sesak karena keresahan sebuah peristiwa, namun mungkin saja kesusahan itu akan menjadi kebaikan …

Banyak hari yang diawali dengan kesuntukan, dan pada akhirnya menjadi keindahan dan ketenteraman…

Tak pernah aku merasa semppit karena kesuntukan, kecuali akan datang sendiri jalan keluar untukku…

Aku tahu…

Hanya allah yang bisa membuat kita mampu tersenyum walaupun dalam keadaan menangis, tempat bertahan ketika kita hendak menyerah, temppat berdoa ketika kita kehabisan tempat untuk mengeluh bahkan ketika semua orang menjauh, tempat untuk kembali sekalipun hati kita telah hancur berkali-kali, tempat untuk tetap mengerti ketika tidak satupun yang terlihat memberi arti. Segala sesuatu menjadi bisa, karena Allah SWT lebih memahami kita melebihi diri kita sendiri. Dekatlah selalu pada Allah, karena istiqamah tidak datang sendiri. Segala sesuatu ada proses, bukan berarti kita diam, Namun kita harus mencoba menjalani proses tersebut… Proses adalah langkah kita untuk lebih baik lagi Dunia dan Akhirat… Kalau kita selalu mengingat Allah, maka kehidupan yang sebenarnya akan kita dapatkan. Semoga kita dapat saling mengingatkan di Jalan Allah SWT… semata-mata hanya mengharap Ridha Allah SWT..

Aku tak pernah merasa lelah berjalan, tak merasa bosan berkarya, tak jengah mencari hidayah, tak gelisah meski kondisinya sederhana, yang penting setiap perjalanan hidup aku bisa memberikan kontribusi dan karya nyata… (Abu Izzuddin)

*********

Perlahan-lahan waktu terus berjalan tanpa hentu… Harum semerbak bulan Ramadhan sudah tersama-samar tercium mewangi… Dari relung  terdalam isi hati… Pribadi diri & juga keluarga yang saya cintai… Penuh harap Mohon maaf LAHIR BATIN atas segala kesalahan dan kesilapan selama ini …

by : muhasabahcinta…

lihat gambar : disini

Iklan