assalamualaikum πŸ™‚

Alhamdulillah ya allah,mengucap syukur dulu sama yang menciptakan akhirnya bisa nulis artikel lagi hehehe πŸ˜›

Maaf buat saudara2 ku yang belum bisa saya kunjungi blognya,emang bener akhir2 ini saya mulai sibu, bahkan banget sibuknya hehehe πŸ™‚

saya punya artikel menarik yang saya kutip dari beberapa artikelyang ditulis oleh ibu yannie, artikel nya seperti ini :

*******

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita. Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok.” Dengan lembut sahabatnya menjawab, “Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu.” Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut.
Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta. Dalam kagetnya, ia mengomel, “Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!” Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu. Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si Buta. Kali ini si Buta bertambah marah, “Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!” Pejalan itu menukas, “Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!” Si buta tertegun.. Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, “Oh, maaf, sayalah yang ‘buta’, saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta.” Si buta tersipu menjawab, “Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya.” Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.
Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta tersebut. Kali ini, si Buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun, “Maaf, apakah pelita saya padam?” Penabraknya menjawab, “Lho, saya justru mau menanyakan hal yang sama.” Senyap sejenak. secara berbarengan mereka bertanya, “Apakah Anda orang buta?” Secara serempak pun mereka menjawab, “Iya.,” sembari meledak dalam tawa. Mereka pun berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.
Sahabat, hari ini kita belajar tentang KEBIJAKSANAAN, KEPEDULIAN DAN KERENDAHAN HATI… Betapa gelap dan butanya kita tanpa pelita kebijaksanaan… betapa banyak orang saling bertabrakan karena keegoisan, keserakahan tanpa ada kepedulian bagi sesama… Betapa gampangnya kita menghakimi dan menyalahkan “si Penabrak”, padahal mungkin saja pelita kita yang padam.. bukankah diperlukan kerendahan hati untuk minta maaf??… Ah.. seandainya di dunia ini banyak orang yang saling mendukung dan saling mengingatkan !!..
Selamat bekerja, hati-hati jangan menabrak… jaga lilin kebijaksanaan agar tidak padam…

**************

Artikel diatas pas sekali dengan kejadian yang saya alami beberapa akhir ini… sebuah kerendahan hati untuk saling memaafkan, walaupun kita tidak pernah tau akan kesalahan yang kita lakukan, akan tetapi kita dituntut untuk selalu berbesar hati dalam meminta maaf pada orang lain…

Dan satu hal yang saya dapatkan dalam beberapa akhir ini adalah sebuah ikatan sebuah jalinan ukhuwah yang sangat begitu terasa untuk saya rasakan di dalam kelas.. πŸ™‚

Semoga konflik yang ada diantara kita tidak meninggalkan ukhuwah yang telah kita jalin selama ini yaa…best friend forever πŸ™‚

Mari kita saling perduli dengan sesama ^^

Iklan