1

nada sms hp ku mulai berbunyi dan bergetar tanda sms masuk. “Dillah, kau ada dimana? dosen udah masuk tuh” … fffiiuuuhhhh lagi-lagi menghela napas panjang untuk hp ku ini.

Hp Ku ^^

terkadang kesel lihat ne hp, untuk apalah masih ada di tanganku, kalau tak bisa buat sms.. 😦

Hp ku ini udah hank, (untung bukan orgnya yg ikutan hank πŸ˜€ ) Jadi kalau ada org yg sms ke daku maafkan daku klw daku klw daku tak bisa membalasnya. Habis neh hape tak bisa buat sms.

itu hp aku buka kasing nya habis klw nggak dibuka kasingnya nggak mw nyala dianya. Parah banget ya hp ku ^^.

Lain hp ku lain hp adek ku hehehe … hp adekku malah jadul banget bisa sms tapi nggak bisa buat nelepon klw buat nelepon malah mati hp nya hehe

Ini adalah hp adekku. Terpaksa daku pake buat sms. (sampai-sampai berebutan ama adek soal hp heheh)

Hp kk ku ^^

jadi pengen beli hp seperti kk deh yang begini tapi hp ini merek buatan china, ntar klw rusak ndak laku buat dijual dan diperbaiki mahal banget harganya sama seperti beli baru 😦

Duuh, ternyata barang elektronik bisa rusak juga yaa…

Nah, bagaimana dengan manusia ? Manusia juga bisa sakit kalau sudah buntu di kepala, kalau sudah kecapek-an manusia pasti akan jatuh sakit kalau tidak dirawat dengan bener itu tubuhnya.

Sama seperti yang dialami kk daku, beliau sedang sakit sekarang. Sampai-sampai minta tolong sama ibu untuk permisiin sama mandornya. Duh manja banget sih jadi orang (daku kalau sakit tak pernah di begitukan, malah kena omelan 😦 )

emang bener ya kasih ibu itu sepanjang masa. Ketika masih kecil dirawatnya kita dengan bener2, sampai2 nyamuk saja tak berani menyenggol tubuh kita, karena ada malaikat yang berada di dekat kita yaitu ibu.

Terkadang kalau sudah jatuh sakit ingat kesalahan-kesalahan kita kepada ibu kita, Waktu masih sehat ibu selalu kita marahi, ibu selalu kita omelin, kalau ibu bertanya, hanya ucapan yang kasar yang kita berikan. Coba lihat dikala kita sakit, justru ibulah orang pertama yang mengerti kita, yang mengelus rambut kita, yang memijat kepala kita, yang memberi kita obat, yang selalu merawat kita sampai kita sembuh. Siapa yang akan menolong kita kalau bukan ibu kita? Tapi ketika kita sembuh, hilang semua itu. Hilang bentuk kasih sayang itu, tak pernah kita mengingatnya sedikit pun bentuk kasih sayang yang ibu berikan.

Durhakalah kita kepada ibu. Terkadang manusia itu banyak lupanya ketimbang mengingatnya.

“Dan kami perintahkan kepada manusia agar (berbuat baik) kepada kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemahyang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada kedua orangtuamu. Hanya kepada Aku kembalimu. QS. 31 : 14”

Kalau Hp rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi maka jalan satu-satunya adalah kita buang kan, kalau masih laku ya kita jual. Ibaratnya kita sudah tidak membutuhkannya lagi karena sudah rusak.

Lalu ibu? Bagaimana kalau dia sudah tua? siapa yang merawatnya? TErkadang kita sebagai anaknya saja selalu kasar kepadanya. Sampai-sampai oragtua kita sendiri, kita asing kan ke panti jompo. Innalillahi…

i love u ^_^

Iklan