Buku itu lembar demi lembar aku buka, sehingga mataku tertuju pada satu halaman di mana halaman buku itu menuliskan sebuah rumus matematika yang begitu rumit, sehingga memaksa keinginan aku untuk memulai mengutak-atik rumus demi rumus, dan angka demi angka. Tapi hanya sebagian saja yang dapat aku selesaikan, sisanya aku nyerah tak tahu lagi rumus apa yang akan aku pakai untuk mencari hasilnya.

Begitu sulitkah pelajaran matematika itu??

Matematika adalah sebuah ilmu yang membutuhkan penalaran dan logika, matematika banyak di gunakan dalam kehidupan kita sehari-hari, menghitung, perkalian, pembagian, dsb.

Begitu susahnya yaa kalau kita belajar matematika, rumit banget lihat rumusnya. Terkadang kalau kita salah menghitung, maka hasil yang akan kita peroleh akan berbeda. Karena matematika adalah sebuah ilmu pasti.

Begitu pun juga dengan kehidupan yang kita jalani sekarang ini. Rumit dengan kehidupan.

Saya ingin memberitahukan sedikit tentang sebuah kurva dalam matematika yaitu ada sumbu x dan ada sumbu y, dimana sumbu x itu kita tahu berada secara horizontal.

Horizontal disini saya ingin menjelaskan Hubungan kita terhadap manusia, artinya kita ini adalah seorang makhluk sosial, yang butuh bantuan dari orang lain juga. Kata lainnya kita ini adalah makhluk sosial yang saling berinteraksi dengan makhluk yang lainnya, baik itu manusia, tumbuhan dan hewan.

Tak jarang manusia juga pernah memiliki hubungan yang tidak baik dengan manusia yang lainnya. Sering menyakiti perasaan, mengganggu, melecehkan, mencaci, memaki, semua hal yang menyakiti perasaan makhluk lainnya.

sedangkan sumbu Y disini adalah sumbu vertikal dari sebuah kurva tersebut. Dimana peran sumbu Y ini adalah sebagai Hubungan Makhluk dengan Yang menciptakan yaitu Allah SWT.

Terkadang hubungan kita dengan sang pencipta juga tidak selalu baik, selalu melalaikan kewajibannya, terkadang menduakannya, bahkan apa yang dilarangnya sering kita langgar.

Hidup itu seperti sebuah bentuk fungsi dimana x + y = 100. Dimana x dan y adalah sebuah kehidupan dan hasilnya maka harus 100.

Sulit mempelajari rumus matematika kehidupan ini. Tapi kalau yakin pada diri sendiri, maka kita pasti akan mudah untuk menjalaninya. Seperti sebuah kata-kata Mutiara “Bak deret bilangan prima , begitulah garis kehidupan manusia dari hari ke hari”. Kita pasti tidak mau hari ini sama dengan hari kemarin.

Kita pasti tidak mau hidup seperti angka satu ini kan “2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, … ” ———> ” Yang angkanya tidak beraturan, yang artinya sebuah perjalanan hidup yang tidak beraturan.

jadi.. hidup harus dapat dijalani dengan cara mengukur dan memperhitungkan agar hidup kita lebih nyaman.

Iklan