Beberapa hari ini banyak pelajaran yang saya dapatkan neh… Sebuah pengalaman orang lain yang kuanggap menjadi guru bagiku. Salah satunya tentang rasa ikhlas akan kehilangan suatu barang. (ups… bukannya mendoakan neh hehehe… 😛 )

Kmaren aku ketemu dengan mbak ku… disebuah restoran ice krim tempat kami makan ice krim Di Palladium. Jadi kami menikmati ice krim yang kami pesan sampai tiba waktunya shalat zuhur. Setelah menikmati makan ice krim kami pun bergegas untuk melaksanakan shalat zuhur. Setelah kami shalat zuhur di mesjid walikota mbak ku kehilangan HP nya, dia hanya bertanya kepada ku dengan lembut.

“Dek, tau hp mbak nggak?” katanya

“Nggak mbak?, kenapa? hp nya hilang ya mbak?” tanyaku

dengan tenang mbak menjawab “iya dek, hp mbak hilang” dengan wajah tersenyum.

Dalam hati ku “ih mbak, hp hilang kok malah tenang2 aja bukannya bingung gitu.” pikirku

Tapi aku salut dengan mbak dia hanya mengucapkan “Astaghfirullah” sampai berulang2. Aku salut lihat mbak.

Aku bilang ke mbak untuk kita kembali lagi ketempat kita makan ice krim tadi. Siapa tahu hp nya ketemu ama pelayan nya kan alhamdulillah, kataku pada mbak.

Akhirnya kami pun kembali ke tempat restoran ice krim tadi, dan Syukur Alhamdulillah hp mbak kembali lagi ke tangan mbak. Beruntung mas-mas n mbak-mbak pelayannya jujur mau mengembalikan Hp yang bukan miliknya.

Sebuah bentuk keikhlasan dari mbak, sebenarnya dia bingung juga. tapi kebingungannya itu tidak mbak tunjukkan ke aku. Aku salut lihat mbak satu ini. 🙂

Dan ada lagi satu neh temanku yang sudah kuanggap seperti mas ku sendiri, Beliau kehilangan Flashdisk nya. Aku pun terkejut kalau flashdisk yang hilang soalnya aku pun pernah mengalaminya juga. Flashdisk di kerjaan ku hilang terpaksa aku menggantinya. Bukan masalah gantinya Tapi kumpulan software2 nya semua ada disitu. Begitupun mas ku dia kehilangan semua software2 nya, tugas2 dari kepala sekolah nya, mana besok mau diserahkan ke kepala sekolahnya lagi. Bingung, pastinya!

Beliau mencoba bertanya ke mbak yang jaga warnet, tapi kata mbak nya nggak ada menemukan sebuah flashdisk. Mas ku marah2 panjang lebar sama mbak nya. (padahal bukan mbak nya pun yang salah… 😛 )

Mau bagaimana lagi terpaksa dia bingung, marah2 ama mbak penjaga warnet nya, sampai-sampai nanti malam malah mau mendatangi lagi tuh warnet buat bilang ke bos nya. (waduh gawat tuh bakalan ada acara perang dunia ke-3 neh…hehehe…:P  sabar mas.. 🙂 )

Dua seseorang yang sangat berbeda dalam satu minggu ini aku temukan. Yang satu mbak yang begittu tenang dengan hilang nya hp, dan yang satunya lagi mas ku yang kehilangan flashdisk nya dengan bingung sampai2 marah2 ama mbak nya jaga warnet.

Dari pelajaran ini betapa sulitnya ya ilmu ikhlas itu. Ikhlas kehilangan akan seseuatu, ikhlas kehilangan akan seseorang, ikhlas akan kehilangan orang yang telah pergi jauh. Ikhlas untuk sebuah kehidupan.

Kalau aku disuruh memilih, aku ingin memilih bersikap tenang dalam menghadapi segala sesuatunya. Tenang membawa kita menang dalam segala hal. Sebuah pelajaran yang mungkin tidak akan aku lupakan.

(cerita ini khusus buat mbak dan mas ku Semangat… 🙂 )

Iklan