Masih ingat tentang ayat allah tidak, tentang berbeda-beda suku…?? pastilah ingat…bener kan…ayat Allah Surat Cinta dari Allah… ^_^ mari kita buka surat al-hujurat ayat 13 yang berbunyi seperti ini:

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

ini ada kisah seorang Gadis yang menikah dengan orang yang berbeda sukunya, si gadis ini sukunya yaitu aceh, sedangkan sang calon suami bersuku batax (baca batak,..:P) nah orangtua si gadis ini tidak suka dengan suku batax, ntah apa alasannya, tapi yang jelas mereka tidak ingin menikahkan anaknya dengan org yang berbeda suku selain suku aceh… nah, gimana cara si gadis meyakinkan orangtuanya agar mau menerima sang pria itu sebagai suaminya…?? (saya juga nggak tau, nih hasil penelusuran Tim Investigasi INSRET sih seperti ini…heheh….)

“Setiap orang pastilah berbeda, beda karakter, beda sifat, beda suku, beda segalanya… akan tetapi sifat buruk seseorang itu tidak diukur dari berdasarkan sukunya, bu” kata si gadis memberikan pengertiannya kepada orangtuanya…

orangtuanya malah balik bertanya, “Walaupun tidak semua yang bersuku batak itu kasar, tapi kebanyakan suku batak itu kasar, dan nanti kalau kamu menikah dengan pria itu, apa kamu mau kalau suami kamu marah2 trus nanti kamu tiba2 disiksa..?? Lebih bagus kamu nggak usah menikah saja, ibu sama ayah masih sanggup kasih kamu makan kok..” Kata ibunya sewot

“ih ibu kok ngomong gitu sih… mang mau anak nya jadi perawan tua bu… “goda anak gadisnya sambil mengerlingkan matanya dengan genit…

“ya nggak toh, tapi daripada kamu disiksa gitu, mendingan nggak usah kan, Ingat loh nak, mau cakep, mau jelek, mau tinggi, mau pendek, yang penting harus bersuku aceh, nggak boleh suku yang lain, kakek mu pun sudah melarang ibu dan mewanti2 ibu agar kamu itu mencari yang suku aceh aja daripada mencari yang suku batak… dah jelas toh sifat2 nya apa kalau suku aceh…” kata ibunya menjelaskan…

“emang apa jaminannya, bu kalau suku aceh itu bagus juga…”tanya si gadis kepada sang ibu

“Kamu ini nak dikasih tau kok malah bandel, keras kepala, ”

“loh bu, keras kepala ku ini kan keturunan dari siapa yaa…” tanya sigadis anaknya sambil senyum2

“Hm…..” sang ibu menggeleng2 kepala si ibu masih belum puas juga dengan penjelasan sang anak kepadanya tentang calon suami yang akan diperkenalkan nantinya kekeluarga besarnya…

tapi demi dilihatnya sang anak gadisnya bersungguh2 dengan calon yang insyaallah akan menjadi suaminya kelak… sang ibu pun berpikir. “Kalau jodoh tidak akan kemana, mau di halang2i pun kalau Allah sudah berkehendak pasti semuanya akan terjadi. Kun fa Yakun” pikir sang ibu dalam hatinya…

setelah beberapa hari kemudian datang lah sang calon menantu yang bersuku batak itu untuk melamar putrinya. Sang ayah sebenarnya Demokrasi terhadp pilihan anak nya, tapi sang ibu ini yang masih ragu untuk melepaskan anak gadisnya dengan pria yang berbeda suku dengannya…

tapi karena keinginan anak nya begitu kuat dan telah memberikan pengertian berulang2 kepada ibunya kalau semua suku itu sama nggk ada yang beda, yang beda adalah kepribadiannya itu sendiri… lantas sang ibu pun memahami sang anak gadisnya.

Maka dengan hari, tanggal, dan tahun yang telah ditentukan, Menikahlah sang gadis dengan pria pilihannya…

bahkan sampai sekarang wanita itu hidup bahagia dengan suaminya yang dinikahi beberapa tahun silam. Toh kebahagiaan itu tidak menjamin suatu suku kan…

Apapun sukunya, mari kita lihat kepribadiannya, ketawadlu’annya, sikapnya, ketegasannya untuk menjadi seorang pemimpin dalam kluarga. Buruknya seseorang tidak dilihat dari sukunya, tidak dilihat dari parasnya, akan tetapi kelakukannya.

Yang membedakan manusia yang satu dengan yang lainnya adalah ketakwaannya, bukan sukunya, Allah saja tidak membeda-bedakan hambanya, dia menganggap semua hambanya adalah sama, kecuali ketakwaannya lah yang membedakan hamba tersebut. Mengapa harus kita yang hanya manusia saling membeda-bedakan??

Kita ini bukanlah yang menciptakannya, juga bukan yang membuatnya, bener tak? Jadi, jangan saling membeda-bedakan suku yang satu dengan suku yang lain Makannya kalau menikah jangan membeda-bedakan suku yang satu dengan suku yang lainnya yaa… ^_^ nggak boleh..

(cerita ini aku buat untuk kak Cut Meutia yang bentar lagi akan menikah dengan suku batax… 🙂 )

Iklan